Tips Bagi Milenial Untuk Berhemat dan Menabung

        Ada pepatah mengatakan “Rajin Pangkal Pandai, Hemat Pangkal Kaya” yang berarti apabila kita rajin dalam belajar maka kita akan pandai dan apabila kita pandai berhemat maka kita akan kaya, begitu kurang lebihnya. Sedari sekolah dasar kita sebenarnya sudah dididik untuk rajin menabung supaya memiliki uang yang cukup dalam suatu kondisi yang mendesak atau untuk investasi. Tapi seringkali kita bingung bagaimana cara berhemat dan menabung yang benar. Maka dari itu, kami akan bagikan tips/cara berhemat dan menabung.

Inilah cara berhemat dan menabung:

  1. Catat Pengeluaran Keuangan

Cara berhemat dan menabung yang pertama. Catat seluruh pengeluaran, mulai dari pengeluaran  yang kecil hingga besar. Catat berapa uang yang keluar untuk membeli minuman di kafe, catat pengeluaranmu setelah kamu bayar tagihan listrik, kuncinya adalah disiplin mencatat. Setelah kamu memiliki data pengeluaran dalam satu bulan, kategorikan pengeluaran tersebut sesuai jenis kebutuhan, pertama adalah kebutuhan utama (misal: keperluan makan pokok, listrik, bensin), kedua adalah kebutuhan yang momental (misal: servis kendaraan, renovasi rumah), ketiga adalah kebutuhan tambahan (misal: jajan kopi, beli baju, beli minyak rambut). Jumlahkan besaran kebutuhanmu dalam sebulan, dan lihat apakah pengeluaranmu lebih besar dari pemasukanmu? Jika benar, maka arus keuanganmu tidak sehat dan membahayakan. Pertimbangkan mengurangi pengeluaran yang tidak begitu urgent.

  1. Membuat Anggaran

Cara berhemat dan menabung yang kedua. Anggaran ini berfungsi sebagai kontrol untuk pengeluaranmu. Dan dengan memiliki anggaran, kamu bisa mengeliminasi pengeluaran-pengeluaran yang kurang penting. Di tahap ini, kamu harus ingat untuk merencanakan anggaran sesedikit mungkin ya. Tekanlah kebutuhan-kebutuhan yang kurang penting. Inilah mengapa anggaranmu harus disusun berdasarkan skala prioritas. Namun  kamu harus ingat ya, kebutuhan dan keinginan memiliki bobot yang berbeda. Kamu butuh makanan, tapi makan di restoran bintang 5 adalah hanya sebuah keinginan. Nah, dari ketiga kategori kebutuhan yang sudah dijelaskan di atas, tentu kamu tau mana yang harus diprioritaskan, ‘kan? Betul, kebutuhan utama tentu berada di urutan atas dalam anggaran pengeluaran. Di bawahnya, kamu bisa memasukkan anggaran pengeluaran momental seperti servis kendaraan ataupun renovasi rumah. Lalu di urutan terakhir, barulah kamu boleh menganggarkan pengeluaran tambahan. Di sini, kamu harus secara cermat memilih pengeluaran mana yang harus kamu tekandan  mengacu pada catatan pengeluaranmu di bulan sebelumnya. Contohnya frekuensimu beli kopi di kafe terlalu sering sehingga membuat pengeluaranmu membengkak. Dengan begitu, kamu bisa menekan anggaran dengan menurunkan frekuensi beli kopi di kafe. Bahkan, anggaran beli kopi bisa kamu hilangkan dengan membuat kopi sendiri di rumah.

  1. Mengalokasikan Uang Untuk Ditabung

Cara berhemat dan menabung yang ketiga. Apabila kamu telah merencanakan anggaran pengeluaran dengan pengeluaran yang seminimal mungkin, inilah waktunya kamu untuk memasukkan kategori tabungan. Besaran uang untuk ditabung bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan yang kamu miliki. Jika saja pemasukanmu tiap bulan Rp6 juta dan anggaran pengeluaranmu Rp3,5 juta, kamu berarti dapat menabung sebanyak 2,5 juta rupiah. Apabila kamu baru mulai menabung dan tidak mau menghabiskan seluruh uang di rekening untuk ditabung, kamu bisa mulai secara  perlahan. Contohnya, untuk bulan pertama kamu bisa menabung sekitar Rp1 juta. Pada bulan berikutnya, kamu bisa menaikkan jumlahnya menjadi Rp1,5 juta. Begitu seterusnya.

Untuk memudahkan investasi anda, percayakan pada insurtree.co.id . sebuah platform terpercaya untuk investasi jangka panjang anda di insurtree.co.id #JelasGampang!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *