Tak Perlu Khawatir! Berikut Cara Mengatasi Kejang Demam!

Pernahkah Anda mengalami kejang demam? Dilansir dari halaman Alodokter, kejang demam adalah penyakit kejang yang terjadi pada anak dan dipicu oleh demam. Biasanya kejang demam terjadi pada anak yang berusia 6 bulan sampai 5 tahun. Sebelum membahas mengenai cara mengatasi kejang demam, ada baiknya Anda mengenali penyebab terjadinya kejang demam.

Penyebab terjadinya kejang demam menurut halaman Klikdokter adalah adanya peningkatan pada suhu tubuh. Biasanya demam pada anak yang bisa menimbulkan kejang demam adalah infeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran kencing, dan pasca imunisasi. Kejang demam pada anak akan semakin meningkat jika terjadinya kenaikan suhu tubuh. Umumnya, suhu tubuh anak akan berada di atas 39°C. 

Selain itu, penyebab terjadinya kejang demam juga bisa terjadi karena faktor genetik. Hal ini terjadi jika ada saudara kandung atau orang tua yang pernah mengalami kejang. Maka akan berisiko pada anak.

Tak hanya mengalami kejang demam, anak-anak juga bisa menunjukkan beberapa gejala seperti sesak napas, leher tampak kaku, terlihat sangat mengantuk, bahkan muntah.

Lalu, bagaimana cara mengatasi kejang demam? Yuk, simak ulasannya!

  1. Menemani Anak.

Sebagai orang tua, menemani sang anak saat sakit adalah hal yang harus dilakukan. Ada beberapa anak yang saat mengalami kejang demam bukan kejang-kejang yang akan terjadi, melainkan gemetaran atau hanya diam saja. Untuk itu orang tua harus peka terhadap kondisi anak. Jika sang anak mengalami kejang yang seperti itu, orang tua hanya perlu menemani dan melakukan tindakan yang sesuai dengan medis selama masa kejang demam sedang berlangsung.

  1. Membalikkan Badan Anak.

Hal yang bisa orang tua lakukan saat anak sedang mengalami kejang demam adalah dengan membalikkan badan anak. Hal ini terjadi karena biasanya ketika anak mengalami kejang demam, mereka akan mengeluarkan busa pada mulut atau ngiler. Tujuan membalikkan badan anak adalah agar sang anak tidak menelan busa atau air liurnya sendiri. Tentu hal ini juga mencegah sang anak tersedak dan mengalami kesakitan.

  1. Jangan Memasukkan Apa pun ke Dalam Mulut.

Ketika mengalami kejang demam, anak-anak biasanya mengatupkan gigi secara bersama-sama dan tidak bisa menelan ludahnya sendiri. Untuk itu Anda tidak boleh sembarangan memasukkan apa pun ke dalam mulut sang anak. Biasanya orang tua bisa memasukkan sendok ke dalam mulut untuk mencegah sang anak menggigit lidahnya sendiri.

  1. Temani Anak.

Jangan pernah lengah ketika anak Anda mengalami kejang demam. Anda harus tetap mengamati gerakan serta perilaku sang anak ketika mereka mengalami kejang demam. Selain itu, Anda juga bisa belajar dari pengalaman apa saja yang harus Anda lakukan jika anak Anda kembali mengalami kejang demam. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter tentang apa saja yang harus Anda lakukan sehingga Anda tidak panik lagi ketika anak mengalami kejang-kejang.

  1. Menempatkan Anak Pada Posisi Aman.

Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menempatkan sang anak pada posisi yang aman bagi mereka. Jika anak sedang duduk atau berdiri, bawa anak ke lantai atau ke permukaan yang sifatnya lembut. Hal ini bertujuan untuk mencegah sang anak mencelakai dirinya sendiri.

  1. Memiringkan Posisi Kepala.

Anda bisa memiringkan posisi kepala sang anak ke salah satu sisi agar tidak tersedak dan memudahkan sang anak untuk mengeluarkan air liur dan muntahannya.

  1. Melonggarkan Pakaian.

Orang tua juga harus sigap untuk melonggarkan pakaian sang anak agar tidak mengalami sesak napas.

Itulah cara mengatasi kejang demam yang bisa dilakukan oleh para orang tua. Yuk, jaga sang buat hati dari kejang demam!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *